Subhanallah, Pasir ini Mengalir Deras Seperti Air di Gurun Arab


Arab Saudi tengah dilanda cuaca ekstrim pada pekan ini. Sebagian wilayah Arab Saudi banjir akibat hujan deras dan angin, Selasa (17/11/2015) kemarin.

Sebuah fenomena aneh terjadi di sejumlah wilayah gurun Arab. Sebuah sungai terbentuk akibat hujan es di daerah itu. Berikut ini aliran hujan es bercampur pasir di gurun Arab seperti dilansir Sott.net, Selasa (17/11/2015).

Terbentuknya sungai es bercampur pasir itu mengingatkan penjelasan Syaikh Su’ud Syuraim ketika turun salju di sebagian wilayah Arab Saudi pada Desember 2013.
Lihat video di bawah ini:

Imam Masjidil Haram itu mengatakan, fenomena turunnya salju yang lebih sering terjadi membuktikan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar seorang Nabi dan Rasul yang menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Syaikh Syuraim menambahkan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tumbuhan. Berjatuhannya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Hari Kiamat baru akan datang setelah negeri Arab kembali menjadi padang yang hijau dan sungai-sungai.” [Siyasa/Tarbiyah.net]

Biksu Ini Kena Azab karena Bantai Muslim Rohingya?


Sejak kemarin, media sosial diramaikan dengan foto seorang biksu yang di sekujur tubuhnya penuh benjolan. “Azab Allah pada pembantai muslim Rohingya,” demikian judul foto yang tersebar di Facebook dan Google Plus itu.

Melihat gejalanya, sakit yang diderita oleh biksu tersebut dalam istilah kedokteran disebut neurofibromatosis. Yakni kelainan genetik, di mana neurofibroma muncul pada kulit dan bagian tubuh lainnya. Neurofibroma adalah benjolan seperti daging yang lembut, yang berasal dari jaringan saraf.

Namun, benarkah biksu tersebut adalah biksu Myanmar yang diazab Allah karena membantai Muslim Rohingya? Hasil penelusuran Tarbiyah.net, foto tersebut telah beredar di internet sejak beberapa tahun yang lalu. Pada tahun 2013, foto tersebut telah diunggah di Pinterest oleh Jennifer Payandeh dengan keterangan “Biksu Thailand penderita neurofibromatosis.”

Situs Thedailyweird pada Juni 2013 juga merilis foto tersebut dengan keterangan yang sama: Biksu Thailand penderita neurofibromatosis.

Kesimpulannya, foto tersebut benar bahwa ada biksu yang menderita neurofibromatosis. Namun, biksu itu bukanlah biksu Myanmar melainkan biksu Thailand dan foto tersebut merupakan foto lama sejak beberapa tahun yang lalu.

Sebelumnya, pada Mei lalu juga beredar foto-foto sejumlah biksu Budha mengalami kecelakaan hebat. Bus yang mereka tumpangi terguling. Banyak pengguna media sosial yang menyebarkan bahwa itu adalah biksu Myanmar yang terkena azab karena membantai Muslim Rohingya.

Setelah ditelusuri Tarbiyah.net, ternyata foto-foto tersebut telah beredar di internet sejak tahun 2012. Media Thailand esanguide.com telah mengunggah foto-foto tersebut pada 22 Maret 2012, dengan memberikan keterangan berita bahwa bus yang ditumpangi oleh para biksu yang hendak ke China untuk studi banding terguling. 35 orang biksu terluka dalam kecelakaan hebat tersebut. 32 di antaranya biksu laki-laki dan 3 di antaranya perempuan. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit.
[Siyasa/Tarbiyah.net]

Pacaran Hingga Tahunan, Giliran Nikah Dengan Orang Lain


Jangankan pacaran, setelah dilamar pun, seseorang bisa gagal menikah karena satu dan lain sebab. Makanya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang umatnya mengumumkan lamaran, dan hanya menganjurkan untuk memberitakan pernikahan. Apalagi mereka yang mengumumkan pacaran di media sosial, betapa menyelisihinya dengan perintah Nabi.
Jangankan sekadar lamaran, bahkan yang menikah pun tiada jaminan akan langgeng sampai akhir hayat. Tidak cukupkah kasus-kasus perceraian menjadi pelajaran? Bahwa mengumumkan pernikahan bukan untuk berbangga diri, hanya pemberitahuan agar tidak ada buruk sangka orang yang belum tahu, dan syiar agar banyak orang termotivasi.
Jika mau jujur, dari sekian banyak kasus pacaran, berapa persen yang benar-benar sampai pada pernikahan? Jika pun ada, maka yang gagal jauh lebih banyak dan tidak terhitung. Bahkan, ada yang pacaran coba-coba dan beralih dari satu dosa menuju dosa berikutnya. Kasihan.
Tersebutlah seorang laki-laki gagah. Tampan. Anak orang kaya. Berkendaraan mewah. Dan rajin dalam berbagai proyek sosial. Saat anak-anak seusianya di kampung belum memiliki motor, dia sudah diberi tunggangan keluaran terbaru kala itu.
Karena hal itu pula, dia berhasil menarik hati banyak gadis di tempat tinggalnya. Mulai anak tukang becak yang cantik dan suka lagu dangdut, anak tukang kayu yang menawan dan digandrungi lantaran bunga desa, hingga anak pedagang paling rame di kampungnya.
Itu yang disebut, tiga gadis. Sedangkan yang lainnya tiada terhitung.
Waktu berjalan. Lama tak jumpa. Hingga sampailah kabar kepada khalayak, pemuda ini akan menikah. Rupanya, tidak satu pun dari pacarnya yang dinikahi. Entah bosan karena sudah merasakan atau alasan lain, laki-laki ini menikah dengan perempuan lain dari kecamatan sebelah yang tingkat cantik dan tajirnya kurang dari pacar-pacarnya dahulu.
Uniknya, ketiga pacarnya pun menikah dengan laki-laki lain yang derajat duniawinya tak lebih mulia dari si laki-laki tukang pacaran ini.
Betapa sedihnya? Menikah yang ada debar haru nan menenangkan tiada terasa lagi sebab sudah pernah merasakan sebelumnya. Apalagi, si laki-laki atau perempuan yang berpacaran melakukan ini dengan kesadaran. Ia menyentuh dan memberi izin untuk disentuh. Bahkan lebih dari itu. Na’udzubillah.
Jika pun tidak terjadi sentuhan, percayalah bahwa rasa hati akan berbeda dan memungkinkan timbulnya kebosanan. Bukankah jika berpacaran selama empat tahun, dan menikah baru satu bulan, maka hitungan interaksinya adalah empat tahun satu bulan? Duh!(KelurgaCinta)

Subhanallah, Ini Keutamaan Menikahi Janda


Adakah keutamaan menikahi janda? Ataukah lebih baik dengan gadis saja? Mari simak penjalasan berikut ini.

Keutaman Menolong Para Janda

Dari Abu Hurairah, berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِي عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِيْنِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَكَالَّذِي يَصُوْمُ النَّهَارَ وَيَقُوْمُ اللَّيْلَ

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.”(HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982)

Termasuk dalam menolong para janda adalah dengan menikahi mereka. Namun janda manakah yang dimaksud?

Disebutkan dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim (18: 93-94), ada ulama yang mengatakan bahwa “armalah” yang disebut dalam hadits adalah wanita yang tidak memiliki suami, baik ia sudah menikah ataukah belum. Ada ulama pula yang menyatakan bahwa armalah adalah wanita yang diceraikan oleh suaminya.

Ada pendapat lain dari Ibnu Qutaibah bahwa disebut armalah karena kemiskinan, yaitu tidak ada lagi bekal nafkah yang ia miliki karena ketiadaan suami. Armalah bisa disebut untuk seseorang yang bekalnya tidak ada lagi. Demikian nukilan dari Imam Nawawi.

Pendapat terakhir itulah yang penulis cendrungi.

Dari pendapat terakhir tersebut, janda yang punya keutamaan untuk disantuni adalah janda yang ditinggal mati suami atau janda yang diceraikan dan sulit untuk menanggung nafkah untuk keluarga. Adapun janda kaya, tidak termasuk di dalamnya.

Keutamaan Menikahi Janda yang Ditinggal Mati Suami dan Memiliki Anak Yatim

Kita tahu bersama bahwa anak yatim adalah anak yang ditinggal mati ayahnya. Anak seperti inilah yang dikatakan yatim dan punya keutamaan untuk ditolong karena penanggung nafkahnya -yaitu ayahnya- sudah tiada. Jika ada yang menikahi janda karena ingin menolong anaknya, maka ia akan dapat keutamaan besar menyantuni anak yatim.

Dari Sahl ibnu Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا » . وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى ، وَفَرَّجَبَيْنَهُمَا شَيْئًا

“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.”   [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, namun beliau regangkan antara keduanya]. (HR. Bukhari no. 5304).

Menikahi Janda ataukah Perawan?

Walau memang menikahi perawan ada keutamaannya. Namun menikahi janda tidak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan ada pria yang membutuhkan janda dibanding gadis perawan. Semisal seorang pria ingin mencari wanita yang lebih dewasa darinya sehingga bisa mengurus adik-adiknya. Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah berkata,

تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً فِى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَلَقِيتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « يَا جَابِرُ تَزَوَّجْتَ ». قُلْتُ نَعَمْ. قَالَ « بِكْرٌ أَمْ ثَيِّبٌ ». قُلْتُ ثَيِّبٌ. قَالَ « فَهَلاَّ بِكْرًا تُلاَعِبُهَا ». قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِى أَخَوَاتٍ فَخَشِيتُ أَنْ تَدْخُلَ بَيْنِى وَبَيْنَهُنَّ. قَالَ « فَذَاكَ إِذًا. إِنَّ الْمَرْأَةَ تُنْكَحُ عَلَى دِينِهَا وَمَالِهَا وَجَمَالِهَا فَعَلَيْكَ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ »

“Aku pernah menikahi seorang wanita di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu aku bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pun bertanya, “Wahai Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Ia menjawab, “Iya sudah.” “Yang kau nikahi gadis ataukah janda?”, tanya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku pun menjawab, “Janda.” Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja, bukankah engkau bisa bersenang-senang dengannya?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki beberapa saudara perempuan. Aku khawatir jika menikahi perawan malah nanti ia sibuk bermain dengan saudara-saudara perempuanku. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu berarti alasanmu. Ingatlah, wanita itu dinikahi karena seseorang memandang agama, harta, dan kecantikannya. Pilihlah yang baik agamanya, engkau pasti menuai keberuntungan.” (HR. Muslim no. 715)

Namun dengan catatan di sini tetap memandang janda yang punya agama yang baik, bukan sembarang janda.

Semoga bermanfaat.

Ayo para jomblo yang mau menikah, atau para pria yang ingin menambah istri lagi, silakan menimbang para janda sebagai pilihan. Para janda pun selalu menanti pertolongan kalian.(rumaysho.com)

Kisah Nyata: Sujud Terakhir di Malam Pesta Pengantin


BismillahirrRahmanirRahim, Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”
Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”
Lalu ibunya menambahkan : “Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu”
Anaknya menjawab : “Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, ibu harus tahu “bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta”!!
Ibunya berkata : “ Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up?? Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok dirimu !
Anak nya berkata dengan tersenyum : “Apakah ibu takut karena saya tidak akan terrlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dimata-Nya”.
Lalu dia berwudhu, dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu.
Lalu dia memulai shalatnya. Dan pada saat itu dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya.
Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-Nya.
Ya, ia wafat dalam keadaan bersujud. Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya!
Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini. Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama. SubhanAllah…
Dipublikasikan oleh berbagai sumber
(zafaran/muslimahzone.com)

4 Hal yang Perlu Dilakukan Jika Menyukai Suami Orang


Ternyata di kehidupan nyata banyak juga wanita yang jatuh hati pada suami orang lain, bisa jadi karena ada kecenderungan menyukai pria yang tampak lebih dewasa, atau karena faktor lainnya. Yang jelas ini merupakan ujian serius yang tak bisa dibiarkan begitu saja.
Lalu apa yang perlu dilakukan jika ujian ini menimpa kita atau orang terdekat kita? Berikut ini 4 hal yang perlu dilakukan:
1. Jika masih berada di tahap awal menyukai, sebisa mungkin minimalisir pertemuan dengan yang bersangkutan
Masalahnya cinta memang bisa tumbuh karena seringnya bertemu dan berinteraksi. Jika kita telah menyadari adanya rasa yang lebih dari sekadar kagum dan kita sulit untuk mengendalikannya, cobalah cara awal ini; menjarangkan pertemuan dengan yang bersangkutan.
2. Berkenalan dengan istri dan keluarga (anak-anak)nya
Agar bisa meminimalisir perasaan, jika memungkinkan berkenalan dan mendekatkan diri pada istrinya, mungkin juga anak-anaknya, biasanya bisa menumbuhkan rasa empati sehingga menetralkan rasa suka pada suami orang lain.

3. Sadari bahwa rasa cinta itu adalah ujian
Apa sih yang diharapkan dari hubungan dengan suami orang lain? Ingin merebutnya dari istri dan keluarganya? Atau ingin dijadikan istri keduanya yang jauh lebih sesuai syariah ketimbang 'berselingkuh hati'?
Apapun yang kita harapkan dari perasaan tersebut perlu dipikirkan baik-baik agar tak malah jadi menghancurkan rumah tangga orang lain atau merendahkan diri kita sendiri karena terbawa hawa nafsu.
4. Shalat istikharah
Ini merupakan jurus pamungkas yang bisa lebih  menenangkan hati dan bisa dijadikan petunjuk menentukan keputusan terbaik.
Lakukan shalat istikharah dan mintalah bantuan Allah dengan sebenar-benarnya, rasakan perasaan lebih ringan setelah memasrahkan semua keputusan pada Allah.
Sahabat Ummi, dunia hanya tempat ujian, jangan sampai kita lupa pada hal penting ini dan mendewakan perasaan cinta tanpa berpikir jernih. Semoga Allah menunjuki hati kita dan menggantikan perasaan suka tersebut dengan ketenangan menerima ketentuanNya./Ummi-Online

10 Keutamaan Hari Jum'at


1. Bahwasanya ia adalah sebaik-baik hari.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda,
خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة
Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).
2. Hari ini mengandung kewajiban sholat Jum’at
Kewajiban sholat Jum’at merupakan sebesar-besar kewajiban Islam yang paling ditekankan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (menunaikan sholat Jum’at) karena meremehkannya, niscaya Alloh tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim.
3. Terdapat waktu yang orang berdo’a di dalamnya diijabahi (dikabulkan).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salambersabda,
إن في الجمعة ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلى يسأل الله شيئا إلا أعطاه إياه
Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya.” (Muttafaq ’alaihi)
Ibnul Qayyim berkata setelah menyebutkan adanya perselisihan tentang penentuan spesifikasi waktu ini, ”Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) adalah dua pendapat yang keduanya terkandung di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yaitu, Pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah tersebut) mulai dari duduknya imam hingga ditunaikannya sholat, sebagaimana dalam hadits Ibnu ’Umar bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salambersabda,
هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة
”(waktu ijabah tersebut) yaitu diantara duduknya imam sampai ditunaikannya sholat.” (HR Muslim).
Pendapat kedua, yaitu setelah waktu ’Ashar. Dan ini adalah dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Ma’ad I/389-390).
4. Bersedekah di dalamnya kebih baik daripada bersedekah pada hari lainnya.
Ibnul Qayyim berkata, ”Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.”
Dan di dalam hadits Ka’ab (dikatakan),
والصدقة فيه  أعظم من الصدقة في سائر الأيام
Bersedekah di dalamnya lebih besar (pahalanya) daripada bersedekah pada hari lainnya.” (haditsmauquf shahih namun memiliki hukum marfu’).
5. Ia adalah hari dimana Allah Azza wa Jalla memuliakan di dalamnya para wali-wali-Nya kaum mukminin di dalam surga.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata tentang firman Allah Azza wa Jalla,
(( وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ ))
Dan pada sisi kami ada tambahannya.” (QS Qaf, 35)
Beliau berkata, ”Allah muliakan mereka pada tiap hari Jum’at.”
6. Ia adalah hari ’Ied (perayaan) yang berulang-ulang setiap pekan.
Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salambersabda,
إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل…
Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” (HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298).
7. Ia adalah hari yang menghapuskan dosa-dosa.
Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
لا يغتسل  رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم  الإمام إلا غفر له ما  بينه وبين الجمعة الأخرى
Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.” (HR Bukhari).
8. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan sholat setahun.
Ssebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
من غسل واغتسل يوم الجمعة وبكر وابتكر ودنا من الإمام فأنصت, كان له بكل خطوة يخطوها صيام سنة وقيامها وذلك على الله يسير
Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Alloh.” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
Allohu Akbar! Setiap langkah yang diayun menuju sholat Jum’at sepadan dengan puasa dan sholat setahun?!
Dimana orang-orang yang mau berlekas untuk menuju kebesaran ini?! Dimana orang-orang yang menginginkan anugerah ini?!
(( ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُوْ الفَضْلِ العَظِيْمِ ))
Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS al-Hadiid, 21)
9.  Jahannam itu dinyalakan –yaitu dikobarkan apinya- setiap hari dalam sepekan kecuali pada hari Jum’at.
Yang mana hal ini sebagai (salah satu bentuk) pemuliaan terhadap hari yang agung ini. (LihatZaadul Ma’ad I/387).
10. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya merupakan tanda-tanda husnul khotimah.
Dimana orang yang wafat pada hari ini akan aman dari siksa kubur dan dari pertanyaan dua Malaikat. Dari Ibnu ’Amr radhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر
Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur.” (R Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani).
Sumber: Fimadani.com